Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di Dalam Pesawat

Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di Dalam Pesawat
Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di Dalam Pesawat

PENCURIAN DI DALAM PESAWAT

Berikut ” Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di dalam Pesawat “ melalui WAG KOMPASS – Nusantara. Terima kasih kepada Seluruh Petugas Jetstar dan Bandara Soeta – Tangerang Indonesia yang dengan Cepat dan Sigap mengatasi Pencurian di dalam Pesawat. YOU ARE GREAT!!!

Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di Dalam Pesawat

Sharing Aqua Dwipayana Pakar SILATURAHIM Indonesia
Sharing Aqua Dwipayana Pakar SILATURAHIM Indonesia

Teman-teman sekalian, harus selalu hati-hati saat bepergian terutama di dalam pesawat. Jangan pernah simpan barang berharga Anda di dalam tas di kompartemen overhead. Harus selalu awas dan waspada, terutama jika penumpang lain membuka kompartemen overhead di mana Anda menyimpan tas.

Saya sering mendengar tentang pencurian di pesawat yang pelakunya biasanya merupakan warga negara RRC. Sungguh tidak sangka saya mengalaminya sendiri pd tanggal 13 Juni 2018, saat menumpangi Jetstar 3K205, Singapore ke Jakarta.

Sharing Aqua Dwipayana

Pada penerbangan tersebut, saya memperhatikan 2 penumpang yang mencurigakan duduk di 17D dan 11C, sementara saya duduk di 16D. Gerak-gerik mereka aneh karena mereka seperti berkoordinasi terus menerus sepanjang penerbangan. Pada suatu titik saya sempat tertidur dan ketika saya terbangun penumpang yang duduk di belakang saya, yaitu 17D sedang berdiri dan mengutak-atik kompartemen di atas saya, di mana saya menyimpan ransel saya dan ternyata koper orang ini ada di sebelah tas saya sehingga dia dapat membuat alibi. Orang ini kemudian mengatakan pada saya dalam bahasa mandarin bahwa dia sedang mengambil pulpen, karena dia tahu saya seperti mencurigai dia. Kemudian saya langsung mengecek ransel saya. Handphone saya ada, dompet saya juga masih ada, namun ketika saya membuka dompet saya yakin SGD saya hilang.

Saya kemudian memutuskan untuk melapor ke pramugara bernama Devin yang segera melaporkan insiden ini kepada Managernya bernama Lena. Saya menyebutkan bahwa saya mencurigai penumpang 11C dan 17D.

Beberapa menit kemudian pramugara ini kembali dan rupanya ada salah seorang penumpang lain yang duduk di 11D dan juga mencurigai orang yang duduk di sebelahnya yaitu 11C, yang juga saya curigai dari awal. Penumpang 11C ini rupanya daritadi telah membuka-buka beberapa tas lain di kabin dan membuat beberapa penumpang lain curiga. Berdasarkan kesaksian, orang di 11C ini tidak mengambil tablet, HP, laptop atau barang-barang sejenisnya yang dapat dengan mudah dapat dilacak jika hilang.

Pencurian di Dalam Pesawat

Begitu pesawat mendarat di Soekarno Hatta, kapten pesawat meminta semua penumpang untuk tetap duduk, sementara saya, kedua orang yang dicurigai ini dan seorang saksi dipanggil keluar pesawat. Petugas keamanan bandara memeriksa badan dan koper mereka, dan menemukan dompet mereka berisi banyak uang dalam berbagai mata uang, seperti USD, Dirham, Reyal, RMB, dan bahkan mata uang Brazil. Mereka berdua juga ditemukan masing-masing membawa kotak berisi gunting kecil, gunting kuku, dan alat2 pedicure lain (entah bagaimana dapat lolos x-ray di Singapura), namun tidak menemukan SGD sama sekali. Akhirnya mereka memutuskan untuk membubarkan seluruh penumpang agar dapat memeriksa pesawat dengan lebih seksama.

Betapa mengejutkan, ternyata setelah kabin diperiksa, uang SGD tersebut ditemukan persis di bawah kursi 11C, yang telah dilipat2 di dalam kertas.

Jelas sekali bahwa penumpang 17D di belakang saya bekerja sama dengan mengoper SGD trsebut kpd temannya di 11C. Namun, ketika mereka sepertinya akan ketahuan, mereka memutuskan untuk membuang uang tersebut.

Pada saat pemeriksaan mereka bersikeras mengatakan bhwa mereka tidak kenal satu sama lain, padahal jelas bahwa mereka senantiasa berkomunikasi. Mereka juga punya tiket penerbangan selanjutnya ke Srilanka, Hong Kong, dan Kamboja. Petugas keamanan bandara mengatakan bahwa hal seperti ini biasa terjadi pada penerbangan jarak jauh, sangat jarang pada penerbangan jarak dekat seperti ini.

Akhirnya petugas keamanan bandara dan Imigrasi mengatakan akan memproses hal ini lebih lanjut. Sayangnya tidak dapat diproses hukum karena mereka belum melewati imigrasi Indonesia.

Namun mereka akan dideportasi dan akan di blacklist untuk masuk ke Indonesia.

Berikut beberapa foto dari pelaku yang diambil selama proses investigasi

Barang Bukti terhadap Pencurian di dalam Pesawat yang Terjadi pada Aqua Dwipayana
Barang Bukti terhadap Pencurian di dalam Pesawat yang Terjadi pada Aqua Dwipayana
Barang Bukti terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Barang Bukti terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Harap Berhati-hati terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Harap Berhati-hati terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Identitas terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Identitas terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Paspor terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Paspor terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Petugas Jetstar dan Bandara dengan Sangat Cepat Menangani Pencurian di dalam Pesawat dengan menampilkan Indentitas
Petugas Jetstar dan Bandara dengan Sangat Cepat Menangani Pencurian di dalam Pesawat dengan menampilkan Indentitas
Petugas yang sangat Cepat dan Sigap terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Petugas yang sangat Cepat dan Sigap terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Terima kasih banyak untuk Petugas dari Jetstar dan Bandara terhadap Pencurian di dalam Pesawat
Terima kasih banyak untuk Petugas dari Jetstar dan Bandara terhadap Pencurian di dalam Pesawat

Safe travel. Thanks.

Sumber: WAG KOMPASS – Nusantara

Baca juga: SWDKLLJ adalah

Demikian Sharing Aqua Dwipayana Perihal Pencurian di dalam Pesawat melalui WAG KOMPASS – Nusantara. Terima kasih kepada Seluruh Petugas Jetstar dan Bandara Soeta – Tangerang Indonesia yang dengan Cepat dan Sigap mengatasi Pencurian di dalam Pesawat. AGAIN, YOU ARE GREAT!!!

by M Idham Azhari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *